Oleh Silva Nura
Alur
dalam film Jamila dan Sang Presiden ini dimulai dengan narasi dari
Jamila bahwa dia adalah korban perdagangan manusia dengan adegan kehidupan
malamnya yang mewah tetapi tidak membahagiakan. Setelah mendengar berita bahwa
seorang menteri
telah dibunuh oleh Jamila, maka ia menyerahkan diri kepada polisi. Ini
mengejutkan laki-laki yang menyukai Jamila, ibrahim namanya. Ibrahim berusaha
membebaskan Jamila. Atas perintah presiden, Jamila ditempatkan di suatu lembaga permasyarakatan (LP) di kota
Bandung. Di Lembaga Permasyarakatan di Bandung itu, Ria seorang sipir membaca
buku harian Jamila dan mengetahui latar belakangnya, ternyata Jamila dijual ibunya
kepada muncikari,
yang kemudian menjualnya kepada keluarga kaya. Saat tinggal dengan keluarga
tersebut, Jamila diperkosa oleh ayah angkat dan kakak angkatnya. Sebagai
balasan, Jamila membunuh kakaknya itu lalu melarikan diri. Sementara itu, ibu
angkatnya membunuh suaminya atas perilakunya yang biadab. Jamila menjadi
pekerja di pasar, tetapi harus melarikan diri ketika mengetahui ada yang hendak
memerkosanya. Dia berlindung dalam suatu diskotik kemudian dirazia polisi.
Jamila disangka merupakan seorang pekerja seks komersial (PSK) di tempat
itu. Setelah dibebaskan, Jamila dibesarkan seorang PSK yang baik hati, bernama
Susi yang sebelumnya juga tertangkap dalam razia itu.
Di luar LP sekelompok
organisasi massa menuntut agar Jamila dijatuhi hukuman mati.
Namun, stats massa itu adalah masa yang di bayar oleh seseorang yang tidak
menyukai Jamila. Di dalam LP, seorang penjaga merasa kasihan atas nasib Jamila
dan berusaha membantunya. Namun, Jamila mengabaikannya. Beberapa hari kemudian,
Jamila divonis dan dijatuhi hukuman mati, yang akan dilaksanakan dalam waktu 36
jam. Ria mengunjungi Jamila di selnya dan menyatakan bahwa dia berniat
menghubungi presiden untuk meminta penangguhan eksekusi, namun Jamila pun
menolak dan menceritakan pengalamannya mencari adiknya Fatimah di Kalimantan
serta bagaimana dia sempat membunuh orang yang menempatkan Fatimah dalam bordil walaupun
gagal menemukan adiknya itu.
Ketika Nurdin
(seorang mentri) bertemu dengan jamila di hotel, Nurdin mengancam Jamila dengan
pistol, untuk membela diri Jamila mengambil pistol itu dan membunuh Nurdin.
Setelah kilas balik itu selesai, terlihat Jamila berjalan menuju tempat
eksekusinya.
Dalam
tayangan film ini sedikit berbeda dengan judulnya “Jamilah dan Sang Presiden”
karena dalam tayanganya sosok presiden tidak ditampilkan secara jelas, namun
hanya menampilkan istana merdekanya saja sebagai simbol dari presiden itu
sendiri.
Dari tayangan
yang beralur seperti diatas saya dapat menganalisis mengenai psikologi yang
tergambar dalam tayangan film “Jamila dan Sang presiden”, yaitu:
1. Tingkah
laku nonverbal yang digunakan oleh Nurdin melalui kontak mata yang ditujukan kepada
Jamila bahwa Nurdin menyukainya dimana dalam hal itu terjadi komunikasi
nonverbal.
2. Pada
umumnya setiap orang menginginkan harga diri yang positif, karena dengan harga
diri yang positif membuat orang merasa nyaman dan membuat orang dapat mengatasi
kecemasan, kesepian dan penolakan sosial. Harga diri adalah penilaian atau
evaluasi secara positif atau negatif terhadap diri(Deaux, Dane, &
Wringhtsman, 1992). Namun, berbeda halnya dengan Jamila, banyak orang yang
menganggap Jamila dengan penilaian yang negatif terhadap Jamila sebagai PSK dan
pembunuh, padahal Jamila adalah korban dari perdagangan manusia.
3. Hubungan
interpersonal adalah hubungan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang
memiliki ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang
koonsisten. Hal itu terjadi kepada Jamila dan Nurdin, dimana ketika Nurdin
menjadi salah satu tamu Jamila, namun Nurdin tak mau menyentuh jamila sedikit
pun karena tertarik oleh fisik yang merupakan faktor ekternal dari ketertarikan
interpersonal pertamanya, yaitu kecantikannya. Nurdin pun mulai menyukai Jamila
bahkan hendak berencana menikahi Jamila. Akan tetapi, Nurdin malah meninggalkan
Jamila.
4. Sikap
dapat mempengaruhi perilaku, kuat dan lemahnya sikap bergantung pada
ekstremitas dan pengalaman pribadi seseorang (Petty & Krosnick, 1995).
Konsistensi hubungan sikap dan perilaku dipengaruhi oleh: 1) Kuat atau lemahnya
sikap yang dimiliki seseorang, 2) Faktor situasional yang dapat menghambat
seseorang untuk berperilaku sesuai dengan sikap yang dimilikinya. Kerasnya
hidup yang telah dilalui Jamila membuat dia bersikap yang ekstrem dengan membunuh
kakak angkatnya dan juga Nurdin yang telah menghianatinya.
5.
Seringkali perilku itu dipengaruhi oleh permintaan
langsung orang lain. Hal tersebut merupakan suatu bentuk pengaruh sosial yang disebut dengan pemenuhan keinginan atau complience. Dimana hal itu dilatar
belakangi oleh sikap ayah Jamila yang memiliki otoritas dan mau tak mau saat
itu Jamila yang masih belia menjadi korban perdaganagn manusia yang dilakukan
oleh ayahnya sendiri sehingga menimbulkan obedience
atau kepatuhan kepada ayahnya yang memiliki sikap otoritas.
6.
Empati merupakan respons yang kompleks, meliputi
komponen afektif dan kognitif. Sosok Ibrahim yang menyukai Jamila telah
bersikap empati terhadap Jamila dengan membantu membebaskan Jamila dari jeratan
tahanan.
Dari tayangan
film “Jamila dan Sang Presiden” saya hanya dapat menganalisis hal-hal atau
adegan yang tergambar dalam film itu dan hubungannya dengan Ilmu Psikologi
seperti yang telah dipaparkan diatas. Sebuah film yang disutradarai oleh Ratna
Sarumpet, seorang aktivis hak perempuan, Ratna menulis cerita ini didorong pada
tahun 2005, setelah UNICEF
mendekati dan memintanya agar dia membuat survei atas perdagangan anak di Asia
Tenggara dan menyadarkan masyarakat akan masalah tersebut. Semoga dengan adanya
film “Jamila dan Sang Presiden ini dapat membukakan mata hati masyarakat banyak
bahwa PSK itu bukanlah pekerjaan yang diharapkan, miskin bukanlah keinginan,
dan pembunuh bukanlah profesi.
